Home About Archive Exit Top
KULIAH : ORGAN PERNAFASAN
Selasa, 21 Desember 2010 // 02.04

Tujuan : Menunjukan organ yang terkait dalam pernapasan pada katak
Alat dan Bahan:
            Alat:    -jarum Pentul 
                        -Disceting set (Gunting bedah, pisau bedah, Pinset)
                        -Papan Bedah
                       - Kapas 
            Bahan: -Katak
                        -Formalin(Bahan Pembius)
                        -Chloroform


Prosedur Kerja
  1. Baca dan Pahami terlebih dahulu uraian dan petunjuk praktikum secara teliti.
  2. Siapkan Kapas yang sudah diberi formalin, peganglah Katak, kemudian Biuslah dengan kapas yang sudah di beri Formalin.
  3. Letakkan katak yang sudah dibius pada papan bedah dengan bagian dorsal menghadap ke atas .
  4. Tusukkan jarum pentul pada ujung ekstremitas anterior dan posterior.
  5. Sayatlah dengan menggunakan pinset dan skapal bagian thorak dari katak lebih kurang 2 cm sampai terlihat jantungnya. Tariklah bagian yang dibedah,kemudian tusuklah dengan jarum pentul agar dapat diamati dengan jelas
  6. Amati dan gambarlah sistem pernapasan pada katak, Seperti larynx, paru-paru dan seterusnya. 
  7. Bukalah mulut katak dan lihatlah bagian belakang dari rongga mulutnya maka akan terlihat kerongkongan yang diapit oleh tulang rawan,itulah ujung larynx

Dasar Teori 
Pada katak, oksigen berdifusi lewat selaput rongga mulut, kulit, dan paru-paru. Kecuali pada fase berudu bernapas dengan insang karena hidupnya di air. Selaput rongga mulut dapat berfungsi sebagai alat pernapasan karma tipis dan banyak terdapat kapiler yang bermuara di tempat itu. Pada saat terjadi gerakan rongga mulut dan faring, Iubang hidung terbuka dan glotis tertutup sehingga udara berada di rongga mulut dan berdifusi masuk melalui selaput rongga mulut yang tipis. Selain bernapas dengan selaput rongga mulut, katak bernapas pula dengan kulit, ini dimungkinkan karma kulitnya selalu dalam keadaan basah dan mengandung banyak kapiler sehingga gas pernapasan mudah berdifusi. Oksigen yang masuk lewat kulit akan melewati vena kulit (vena kutanea) kemudian dibawa ke jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Sebaliknya karbon dioksida dari jaringan akan di bawa ke jantung, dari jantung dipompa ke kulit dan paru-paru lewat arteri kulit pare-paru (arteri pulmo kutanea). Dengan demikian pertukaran oksigen dan karbon dioksida dapat terjadi di kulit. 
Selain bernapas dengan selaput rongga mulut dan kulit, katak bernapas juga dengan paruparu walaupun paru-parunya belum sebaik paru-paru mamalia. Katak mempunyai sepasang paru-paru yang berbentuk gelembung tempat bermuaranya kapiler darah. Permukaan paru-paru diperbesar oleh adanya bentuk- bentuk seperti kantung sehingga gas pernapasan dapat berdifusi. Paru-paru dengan rongga mulut dihubungkan oleh bronkus yang pendek. 
Dalam paru-paru terjadi mekanisme inspirasi dan ekspirasi yang keduanya terjadi saat mulut tertutup. Fase inspirasi adalah saat udara (kaya oksigen) yang masuk lewat selaput rongga mulut dan kulit berdifusi pada gelembung-gelembung di paru-paru. Mekanisme inspirasi adalah sebagai berikut. Otot Sternohioideus berkonstraksi sehingga rongga mulut membesar, akibatnya oksigen masuk melalui koane.
Setelah itu koane menutup dan otot rahang bawah dan otot geniohioideus berkontraksi sehingga rongga mulut mengecil. Mengecilnya rongga mulut mendorong oksigen masuk ke paru-paru lewat celah-celah. Dalam paru-paru terjadi pertukaran gas, oksigen diikat oleh darah yang berada dalam kapiler dinding paru-paru dan sebaliknya, karbon dioksida dilepaskan ke lingkungan. Mekanisme ekspirasi adalah sebagai berikut. Otot-otot perut dan sternohioideus berkontraksi sehingga udara dalam paru-paru tertekan keluar dan masuk ke dalam rongga mulut. Celah tekak menutup dan sebaliknya koane membuka. Bersamaan dengan itu, otot rahang bawah berkontraksi yang juga diikuti dengan berkontraksinya geniohioideus sehingga rongga mulut mengecil. Dengan mengecilnya rongga mulut maka udara yang kaya karbon dioksida keluar.




Hasil pengamatan dan Pembahasan                                 


Dari hasil pengamatan dapat Kita lihat Organ pernapasan pada katak untuk melakukan pertukaran gas O2 dan CO2 Yaitu Lubang hidung, Laring, dan Paru-paru. Pernapasan katak Diawali ketika katup glottis tertutp maka volume rongga faring membesar dan tekanan menjadi kecil,Saat rongga hidung terbuka maka udara dari luar masuk dari hidung menuju rongga faring sehingga mengakibatkan Dasar faring turun dan glottis terbuka Dan saat itu udara dari paru-paru keluar menuju Lobang hidung sehingga mengakibatkan volume paru-paru mengecil dan tekanan nya menjadi besar dan Udara sisa keluar,Glotis terbuka dan volume paru-paru kecil kemudian keluar melewati atas faring.Setelah udara sisa keluar Volume paru-paru membesar dan tekanan nya mengecil menyebabkan lobang hidung tertutp dan tekanan faring membesar dari pada paru-paru sehingga udara masuk ke paru-paru sehingga terjadi respirasi lagi.

Kesimpulan
Organ pernapasan pada katak untuk melakukan pertukaran gas O2 dan CO2 Yaitu Lubang hidung, Laring, dan Paru-paru. Dalam paru-paru terjadi mekanisme inspirasi dan ekspirasi yang keduanya terjadi saat mulut tertutup. Fase inspirasi adalah saat udara (kaya oksigen) yang masuk lewat selaput rongga mulut dan kulit berdifusi pada gelembung-gelembung di paru-paru 


sumber :
http://zoru29.wordpress.com/2009/01/27/sistem-respirasi-pada-katak/
http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/SponsorPendamping/Praweda/Biologi/0074%20Bio%202-8a.html

Label:


-------------


KULIAH : PENGARUH KECEPATAN PERNAPASAN
// 01.33


Tujuan : Mengetahui Faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan pernapasan

Alat dan Bahan
            Alat     : Respirometer
                          Timbangan
                          Kapas
            Bahan  : Eosin
                          Vaselin
                          KOH
                          Belalang 
Prosedur Kerja
  •       Siapakan Respirometer Sederhana 2 buah 
  •       Masukan KOH kedalam kedua tabung Respirometer 
  •       Timbang 2 Ekor Belalang yang beratnya berbeda 
  •       Masukan belalang berukururan kecil pada tabung Respirometer 1 dan Belalang besar pada tabung  Respirometer 2. 
  •       Teteskan cairan berwarna(Eosin) pada ujung pipa berskala di kedua tabung 
  •       Beri tanda batas cairan pada setiap menit 
  •       Amati bagaimana cairan pada kedua tabung tersebut 
  •       Catatlah hasil pengamatan pada table
Dasar Teori
Semua serangga adalah organisme aerobik mereka harus mendapatkan oksigen (O 2) dari lingkungan mereka untuk bertahan hidup. Mereka menggunakan reaksi metabolik yang sama seperti binatang lain (glikolisis, Kreb's siklus, dan sistem transportasi elektron) untuk mengubah zat gizi (misalnya gula) ke dalam energi ikatan kimia ATP. Selama langkah terakhir dari proses ini, atom oksigen bereaksi dengan ion hidrogen untuk menghasilkan air, melepaskan energi yang ditangkap dalam sebuah ikatan fosfat ATP.
Sistem pernapasan bertanggung jawab untuk memberikan cukup oksigen ke semua sel tubuh dan untuk menghilangkan karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan sebagai produk limbah respirasi selular. Sistem pernapasan serangga (dan banyak lainnya arthropoda) adalah terpisah dari sistem peredaran darah Ini adalah jaringan kompleks tabung (disebut sistem trakea) yang memberikan udara yang mengandung oksigen ke setiap sel tubuh.
Serangga kecil hampir secara eksklusif pada difusi pasif dan aktivitas fisik untuk pergerakan gas dalam sistem trakea. Namun, serangga yang lebih besar mungkin memerlukan ventilasi aktif dari sistem trakea (terutama ketika aktif atau di bawah tekanan panas). Mereka melakukannya dengan membuka dan menutup beberapa spiracles serangga lain saat menggunakan otot perut untuk bergantian memperluas dan tubuh kontrak volume. Meskipun gerakan-gerakan berdenyut ini menyiram udara dari satu ujung tubuh yang lain melalui trakea longitudinal batang, difusi masih penting untuk mendistribusikan oksigen ke sel-sel individual melalui jaringan yang lebih kecil tabung trakea.

reaksi kimia yang terjadi dalam respirasi dapat dituliskan sebagai berikut:

C6H12O6 + 6O2 → 6 CO2 + 6H2O + ATP

Laju konsumsi oksigen dapat ditentukan dengan berbagai cara, antara lain dengan menggunakan mikrorespirometer, metode Winkler, maupun respirometer Scholander atau respirometer sederhana.

Penggunaan masing-masing cara didasarkan pada jenis hewan yang akan diukur laju konsumsi oksigennya.
Ä
Mikrorespirometer dipakai untuk mengukur konsumsi oksigen hewan yang berukuran kecil seperti serangga atau laba-laba. Alat ini terdiri atas syringe, kran 3 arah, tabung spesimen, dan tabung kapiler berskala.
Metode Winkler merupakan suatu cara untuk menentukan banyaknya oksigen yang terlarut di dalam air (Anonim, wikipedia.org). Dalam metode ini, kadar Oksigen dalam air ditentukan dengan cara titrasi. Titrasi merupakan penambahan suatu larutan yang telah diketahui konsentrasinya (larutan standar) ke dalam larutan lain yang tidak diketahui konsentrasinya secara bertahap sampai terjadi kesetimbangan (Chang, 1996).
Dengan metode Wingkler, kita dapat mengetahui banyaknya oksigen yang dikonsumsi oleh hewan air seperti ikan.
Ä
Respirometer scholander/ sederhana terdiri atas syringe, manometer, tabung spesimen, Saluran masuk Saluran keluar, dan tabung kontrol.

Pembahasan dan Hasil Pengamatan
Tabel  Tabung Respirometer 1 berat belalang 0,5(Belalang Kecil)
Menit
Jumlah O2
Selisih
0
0,08
0,08
1
0,10
0,02
2
0,21
0,11
3
0,31
0,10
4
0,36
0,05
5
0,40
0,04
6
0,43
0,03
7
0,45
0,02
8
0,47
0,02
9
0,48
0,01
10
0,49
0,01
∑ = 10
∑ = 3,78/10 =0,378
∑ = 0,49/10 = 0,049

Tabel Tabung Respirometer 2 berat belalang 2,1(Belalang Besar)
Menit
Jumlah O2
Selisih
0
0,30
0,30
1
0,48
0,13
2
0,65
0,17
3
0,75
0,10
4
0,82
0,07
5
0,88
0,06
∑  = 5
∑ = 3,88/5 = 0,776
∑ = 0,83/5 = 0,166


Diagram Kedudukan eosin dan kecepatan rata-rata
Dalam percobaan ini, khususnya pada percobaan yang menggunakan respirometer Scholander, digunakan KOH. Fungsi dari KOH  ini adalah untuk mengikat CO2. Sehingga pergerakan dari larutan bergerak benar-benar hanya disebabkan oleh konsumsi oksigen sehingga dapat dilihat jumlah O2 yang mampu di perolehnya saat bernapas. Adapun reaksi yang terjadi antara KOH dengan CO2  adalah sebagai berikut:
KOH + CO2→K2CO3 + H2O
Pada Hasil pengamatan dapat dilihat Kedudukan eosin rata-rata dan kecepatan rata-rata O2 yang dapat diperoleh oleh belalang dengan memeberikan perlakuan yang berbeda yaitu dengan belalang dgan berat ringan 0,2gr dan belalang berat dewasa 2gr didapatkan hasil sebagai berikut

Kedudukan Eosin rata-rata belalang 0,5gr yaitu
===0,049
Kecepatan rata-rata O2 belalang 0,5gr yaitu
===0,378

Kedudukan Eosin rata-rata 2gr yaitu
===0,166
Kecepatan rata-rata O2 belalang 2gr yaitu
===0,776

Dari data-data dan hasil pengolahan data dapat dilihat berbagai factor yang dapat mempengaruhi Kecepatan atau laju konsumsi O2 yaitu
1.       Spesies hewan
2.       Aktivitas
3.       Suhu lingkungan
4.       Jumlah pemberian KOH

Kesimpulan
Kecepatan rata-rata O2 belalang 0,5gr yaitu 0,378
Kecepatan rata-rata O2 belalang 2gr yaitu 0,776
factor yang dapat mempengaruhi Kecepatan atau laju konsumsi O2 yaitu
1.       Spesies hewan
2.       Aktivitas
3.       Suhu lingkungan
4.       Jumlah pemberian KOH

Daftar Pustaka
http://www.google.co.id/search?client=firefox-a&rls=org.mozilla%3Aen US%3Aofficial&channel=s&hl=id&source=hp&q=Fungsi+KOH+&meta=&btnG=Penelusuran+Google
http://marano-nova.blogspot.com/2010/02/

Label:


-------------


KULIAH : laporan menghitung kecepatan pernafasan dan denyut nadi
Selasa, 07 Desember 2010 // 04.16

A.   TUJUAN
setelah selesai melakukan kegiatan ini, diharapkan dapat menghitung kecepatan bernafas dan perbandingannya terhadap denyut nadi

B.   LANDASAN TEORI
Sistem Respirasi
Respirasi adalah proses umum dimana organisma mengambil energi bebas dalam lingkungannya dengan mengoksidasi substrat organik. Untuk mencapai hasil tersebut, organisma tingkat tinggi memakan berbagai bahan makanan dan mengubah menjadi molekul sederhana melalui proses pencernaan dan molekul yang terbentuk masuk dalam sel-sel yang selanjutnya mengalami oksidasi dengan bantuan sejumlah molekul oksigen yang berasal dari sitem pernapasan. Produk dari oksidasi (CO2 dan H2O) dikeluarkan oleh sel ke dalam lingkungannya (Sonjaya, 2008).
Tujuan dari pernapasan adalah untuk menyediakan oksigen (O2) bagi seluruh jeringan tubuh dan membuang karbondioksida (CO2) ke atmosfir. Untuk mencapai tujuan ini, sistem pernapasan (respirasi) menjalankan fungís yaitu (Rachman, 2007) :
1. Ventilasi paru, yaitu masuknya udara atmosfir kedalam paru sampai di alveoli dan keluarnya udara alveoli paru ke udara bebas/atmosfir lagi.
2. Difusi O2 dan CO2 antara darah kapiler paru dan udara alveoli, hal ini terjadi karena ventilasi berlangsung terus-menerus yang dibarengi aliran perfusi darah ke dalam kapiler alveoli yang juga terus-menerus mengalir.
3. Transpor O2 dan CO2 dalam darah dan cairan tubuh ke dan dari sel.
4. Pengaturan ventilasi oleh sistem saraf dan hal-hal lain yang berhubungan dengan pernapasan.
Mekanisme terjadinya respirasi adalah udara dari laur akan masuk lewat rongga hidung (cavum nasalis), dimana rongga hidung berlapis selaput lendir yang didalamnya terdapat klenjar minyak (kelenjar sebasea) dan kelenjar keringat (kelenjar sudorifera), udara dari rongga hidung akan masuk ke faring dan selanjutnya memasuki tenggorokan berupa pipa yang panjangnya kurang lebih 10 cm, terletak dileher dan sebagian dirongga dada (toraks). Tenggorokan bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Udara dari bronkiolus akan masuk ke dalam paru-paru yang terletak di dalam rongga dada bagian atas dan di bagian sampingnya dibatasi oleh otot dan rusuk dan dibagian bawah oleh diafragmayang berotot kuat (Anonim, 2009).


        

        Gambar 1. Paru-paru Pada Manusia

Dalam proses respirasi terdapat beberapa tahapan-tahapan yaitu respirasi eksternal dan respirasi internal. Respirasi eksternal merupakan sebentuk pertukaran gas, sehingga oksigen (O2) dari paru-paru masuk kedalam darah, dan karbondioksida (CO2) dan air (H2O) keluar dari darah masuk ke paru-paru. Sedangkan respirasi internal merupakan proses pertukaran karbondioksida (CO2) dengan oksigen (O2) di tingkat sel (Tambayong, 2003).
Inspirasi adalah proses yang aktif yang disebabkan oleh kontraksi otot-otot inspirasi yang penting adalah diafragma yang melekat pada tepi kaudal didaerah toraks. Bila relaksasi diafragma berebntuk kubah ke dalam toraks, bila serabut otot berkontraksi diafragma mengembang keluar sehingga terjadi peningkatan volume toraks. Jika tulang iga meningkat, diameter toraks akan meningkat. Gerakan ini bergantung terutamka pada otot-otot interkostal, internal dan eksternal. Pada manusia waktu inspirasi diafragma turun 1-5 cm menyebabkan rongga dada bertambah dan terjadi perbedaan tekanan lebih besar antara udara luar dan di rongga intratorak (Sonjaya, 2008).
Ekspirasi, bila tidak terjadi gerakan udara yang dimana tekanan bronkisama dengan tekanan atmosfir. Tekanan intratorak bertambah karena diafragma dan tulang rusuk kembali kepada kedudukan semula. Hal ini menyebabkan udara didalam paru-paru didorong keluar karena tekanan intratoraks bertambah dan elastisitas paru-paru iru sendiri. Pada saat otot-otot inspirasi rileks maka volume torak menurun, tetapi jumlah udara dalam paru-paru mulai tetap sama, oleh karena itu tekanan intrapulmonari meningkat di atas tekanan udara luar, darah mengalir dari paru-paru ke eksterna sampai tekanan sama lagi (Sonjaya, 2008).
Dalam proses respirasi terdapat pigmen yang bertanggung jawab dalam proses inu yaitu hemoglobin yang berwarna merah dan akan berikatan dengan oksigen (O2) membentuk oksihemoglobin yang sifatnya lebih asam dari hemoglobin. Suatu protein yang mengandung senyawa dari hemin disebut hemoglobin dimana hemoglobin ini merupakan pigmen respirasi karena mempunyai peranan dalam mengangkut gas yang terlibat keseimbangan asam basa (Guyton, 1995).
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses respirasi yaitu pengaruh korteks cerebrasi karena adanya koneksi antara cerebrasi dengan pusat pernafasan. Ini berarti bahwa kita dapat merubah corak pernafasan. Orang dapat menahan nafas menurut kemauannya tetapi kemampuan nafas dapat dibatasi oleh peningkatan kadar karbondioksida dan ion H+darah. Faktor yang kedua yaitu refleks inflasi, pada dinding bronki terdapat reseptor yang sensitive terhadap rangsangan yang disebut stretch reseptor (Frandson, 1992).
Respirasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor; yaitu umur, dimana semakin tua seseorang maka frekuensi pernapasannya semakin tinggi; jenis kelamin, dimana antara pria dan wanita memilki frekuensi pernapasan yang berbeda; posisi tubuh dan kegiatan tubuh, dimana posisi dan kegiatn yang dilakukan akan mempengaruhi frekuensi pernapasan yang dihasilkan; dan faktor yang terakhir adalah suhu tubuh, dimana bila kita melakukan aktivitas seperti lari dapat meningkatkan suhu tubuh yang berakibat pada frekuensi pernapasan yang juga mengalami peningkatan (Ganong, 2003).
Menurut Sonjaya (2008), faktor-faktor yang mempengaruhi difusi gas melintasi epitel atau membran pernapasan yaitu :
1. Tekanan Parsial Gas
Gas akan bergerak dari suatu daerah bertekanan tinggi ke gas bertekanan rendah. Tekanan parsial gas adalah tekanan total campuran gas x % gas dalam campuran.
2. Permeabilitas epitel atau membran pernapasan
Terdapat 2 membran yang sangat tipis memisahkan udara alveolus dengan darah kapiler paru-paru yaitu epitel paru dan endothelium kapiler paru-paru.
3. Luas permukaan epitel atau membrane pernafasan
Pada variable lain tetap, semakin luas membran maka semakin meningkat difusi gas.
4. Kecepatan sirkulasi darah paru-paru
Bila kecepatan aliran darah meningkat dikapiler paru-paru, maka setiap ml darah yang meninggalkan kapiler paru-paru akan mengandung lebih
sedikit O2.
5. Reaksi kimia yang terjadi di dalam darah
Kecepatan dan efisiensi reaksi kimia yang terjadi dalam darah menentukan jumlah oksigen dan karbondioksida yang ditransfer antara darah dan udara alveolus.

C.   ALAT DAN BAHAN
-          Kertas, alat-alat tulis
-          Jam tangan atau jam dinding yang mempunyai petunjuk detik atau stop watch

D.   PROSEDUR KERJA
-          Kegiatan harus dilakukan oleh dua orang secara berpasangan
-          Salah satu dari pasangan harus menghitung jumlah nafas yang diambil per menit. Sedangkan teman lainnya berperan sebagai subjek percobaan ( eksperimen)
-          Hitunglah frekuensi nafas per menit dalam keadaan tubuh santai (istirahat), setelah berlari-lari kecil kurang lebih 4 menit, dan setelah naik-turun tangga 2-3 menit. Dalam waktu yang bersamaan anggota lain dalam tim menghitung frekuensi denyut nadi.
-          Hasil pengamatan percobaan harus dicatat dengan teliti dan lengkap
-          Dalam menentukan kecepatan nafas, pasangan saudara harus menghitung jumlah berapa kali kamu menarik nafas per menit. Ulangilah menghitung dua kali atau lebih percobaan dan buatlah rata-ratanya
-          Buatlah tabel yang mencerminkan data hasil pengamatan



E.    HASIL PENGAMATAN
A  aktivitas santai (istirahat)
Percobaan ke-
Subjek percobaan

Tri asneti
RA risaiyah rodiyah
Emi trisnawati

Frekuensi
 Bernafas
Denyut
Nadi
Frekuensi
Bernafas
Denyut
 nadi
Frekuensi
bernafas
Denyut nadi
ke 1
48
100
30
60
34
94
Ke 2
46
95
35
62
32
90
Jumlah rata rata
47
97,2
32,5
61
33
92

B. Aktivitas lari-lari kecil
Percobaan ke-
Subjek percobaan

Tri asneti
RA risaiyah rodiyah
Emi trisnawati

Frekuensi
 Bernafas
Denyut
nadi
Frekuensi
Bernafas
Denyut
 nadi
Frekuensi
bernafas
Denyut nadi
ke 1
48
130
33
129
47
146
Ke 2
49
128
34
130
45
148
Jumlah rata rata
48,5
129
33,5
129,5
46
147




C.  Aktivitas lari naik turun tangga
Percobaan ke-
Subjek percobaan

Tri asneti
RA risaiyah rodiyah
Emi trisnawati

Frekuensi
 Bernafas
Denyut
nadi
Frekuensi
Bernafas
Denyut
 nadi
Frekuensi
bernafas
Denyut nadi
ke 1
68
143
53
132
50
150
Ke 2
65
144
50
130
49
153
Jumlah rata rata
66,5
143,5
51,5
131
49,5
151,5




F.    PEMBAHASAN
Dari tabel diatas diketahui bahwa frekuensi pernafasan dan frekuensi denyut nadi pada tiap individu yang paling tinggi adalah frekuensi yang di ukur setelah lari naik turun tangga, dan frekuensi pernafasan dan frekuensi denyut nadi yang paling rendah adalah pada saat aktivitas santai atau istirahat. Ini berarti hubungan antara frekuensi denyut nadi dan frekuensi pernafasan adalah berbanding lurus.
Apabila dilakukan perbandingan antara kecepatan nafas seorang olahragawan terhadap orang yang bukan olahragawan dan kemudian ada perbedaan, maka kemungkinan besar perbedaan itu akibat perbedaan volume paru-paru lebih besar dibandingkan orng yang bukan olahragawan, hal itu karena dilakukannya latihan yang intensif terhadap olahragawan dan dapat meningkatkan fungsi kerja pulmonary.
Jika kita mencoba menahan nafas dan dalam beberapa saat keinginan menarik nafas yang tidak dapat ditunda muncul ini karena pada saat itu terbentuk hutang oksigen dimana untuk melakukan pemenuhan oksigen ketika berlari terjadi glikolisis an aerob sehingga terjadi perubahan glukosa menjadi asam piruvat tanpa membutuhkan oksigen. Sedangkan pada saat berhenti berlari maka terjadi peningkatan frekuensi pernafasan akibat terjadinya proses fosforilasi oksidatif dimana sebagian besar asam laktat akan diubah menjadi glukosa yang dikembalikan kembali menjadi glikogen otot dan penyaluran oksigen akan normal kembali. Hal ini sesuai dengan pendapat Sonjaya (2008) yang menyatakan bahwa penggunaan energi oleh otot dengan laju kontraksi dalam aktifitas yang tinggi maka dibutuhkan glikogen dalam jumlah yang besar. Jika kecepatan penyaluran oksigen tidak sesuai dengan kebutuhan untuk fosforilasi oksidatif maka kebutuhan tersebut akan terpenuhi melalui glikolisis anaerobik. Dimana jumlah yang dibutuhkan untuk memindahkan asam laktat merupakan hutang oksigen, yang dapat terbayar melalui proses bernafas sedalam-dalamnya sampai hutang ini terbayar.
Proses pernafasan merupakan hal penting bagi kelangsungan hidup suatu organnisme di muka bumi ini, dimana proses pernafasan terdiri dari ekspirasi atau menghembuskan udara serta inspirasi atau menghirup udara. Hal ini sesuai dengan pendapat Rachman (2007) yang menyatakan bahwa proses pernapasan terdiri dari dua kegiatan, yaitu menghirup udara atau menarik napas dan menghembuskan udara atau mengeluarkan napas. Menghirup udara disebut inspirasi dan menghembuskan udara disebut ekspirasi. Berdasarkan bagian tubuh yang mengatur kembang kempisnya paru-paru, pernapasan dapat dibedakan menjadi pernapasan dada (pernapasan tulang rusuk) dan pernapasan perut (pernapasan diafragma).




Label:


-------------